Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

====================================



Gasa

Showing posts with label Pendidikan Anak-anak. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan Anak-anak. Show all posts

Friday, 18 December 2009

Paradigma Pengembangan Sekolah Unggulan

Paradigma Pengembangan Sekolah Unggulan
Sekolah Unggulan dapat diartikan sebagai sekolah bermutu namu dalam penerapan saya bahkan penerapan semua kalangan bahwa dalam kategori unggulan tersirat harapan-harapan terhadap apa yang dapat diharapkan dimiliki oleh siswa setelah keluar dari sekolah unggulan.
Harapan itu tak lain adalah sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh orang tua siswa, pemerintah, masyarakat bahkan oleh siswa itu sendiri yaitu sejauh mana keluaran (output) sekolah itu memiliki kemampuan intelektual, moral dan keterampilan yang dapat berguna bagi masyarakat.

Untuk menyikapi semua itu, kita harus mengubah system pembelajaran yang selama ini berlaku disemua tingkat pendidikan yaitu adanya keterkungkungan siswa dana guru dalam melaksanakan PBM, saya selaku pengajar di SMA Negeri 1 Bulukumba telah merubah sisten itu sejak januari 2006.

Sistem yang saya maksud adalah system dimana Siswa dan Guru dikejar dengan pencapaian target kurikulum dalam artian guru dituntut menyelesaikan semua materi yang ada dalam kurikulum tanpa memperhatikan ketuntasan belajar siswa, disamping itu adanya anggapan bahwa belajr adalah berupa transformasi pengetahuan (Transfer of knowlwdge).

Pada sisi unggulan semua system itu seharusnya tidak diterapkan agar apa yang menjadi harapan siswa, orang tua siswa, pemerintah, masyarakat bahkan kita selaku pengajar dan pendidik dapat tercapai.

Mari kita sama-sama merubah semua itu dengan mengembangkan Learning How to Learn (Murphi,1992) atau belajar bagaimana belajar, artinya belajar itu tidak hanya berupa transformasi pengetahuan tetapi jauh lebih penting adalah mempersiapkan siswa belajar lebih jauh dari sumber-sumber yang mereka temukan dari pengalaman sendiri, pengalaman orang lain maupun dari lingkungan dimana dia tumbuh guna mengembangkan potensi dan perkembangan dirinya atau dengan kata lain belajar pada hakekatnya bagaimana mengartikulasikan pengetahuan-pengetahuan siswa kedalam kenyataan hidup yang sedang dan yang akan dihadapi oleh siswa.

Secara pribadi dalam hal mengembangkan sekolah kearah sekolah unggulan (sekolah bermutu) disamping perubahan-perubahan tersebut masih banyak hal yang perlu diperhatikan diantaranya : Sarana dan prasarana, Menejmen persekolahan,Visi dan Misi sekolah, Profesionalisme Guru dan lain-lain.

Untuk Profesionalisme bukan berarti menguasai sebagian besar pengetahuan tatapi lebih penting adalah bagaimana membuat siswa dapat belajar, guru dan siswa disederhanakan agat tidat tercipta gep, adanya perilaku guru yang membuat siswa tersisih atau terpisah dari gurunya, guru dan siswa harus terjalin komunikasi agar dalam proses pembelajaran ada keterbukaan siswa mengeritik dan mengeluarkan pendapat. Sebab bukan tidak mungkin dengan pengaruh perkembangan teknologi siswa lebih pintar dari gurunya.

Itulah asumsi saya mengenai pengembangan sekolah unggulan, mudah-mudahan, pemerintah termasuk kawan-kawan seprofesi dapat menerapka hal tersebut bahkan mengembangkan lebih jauh lagi.
___________
Drs. Abdul Hadis

Read the rest of this entry -→

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Paradigma Pengembangan Sekolah UnggulanSocialTwist Tell-a-Friend

Wednesday, 25 November 2009

Pendidikan Anak-anak

Pentingnya Dunia Gambar untuk Anak-Anak
“Bu, Adi minta digambarin gajah ya?!” Pinta Adi pada gurunya.
“Aduh.. Ibu nggak bisa nggambar nak..!” atau “Ibu gambarnya jelek, nggambar sama bapak saja ya ?!” atau “Ibu guru kan bukan seniman, jadi nggak bisa nggambar” dan alasan lain berderet yang intinya tidak bersedia untuk menggambar. Alasan tidak ‘PD’ merupakan alasan klise yang sering di ungkapkan para guru TK/SD untuk mengomentari jika dihadapkan masalah untuk menggambar.

Anak selalu dilatih untuk kreatif, tapi masih banyak sekali guru yang sama sekali belum memulai dengan kreatifitas itu sendiri dalam mengajar. Alat peraga yang monoton sama sekali tidak mampu memberikan daya pikat pada anak. Padahal ‘hanya’ dengan berbekal dapat menggambar sederhanapun semestinya bisa mengatasi banyak masalah.

Karena gambar bukanlah lukisan, untuk bisa menggambar tidaklah harus berbekal bakat seperti seniman lukis. Karena pengertian gambar adalah goresan/torehan/symbol untuk sekedar memberikan penjelasan. Misal : denah, peta, grafik dan sejenisnya. Tentu saja untuk aplikasian pada ‘alat peraga’ pendidikan pengertian gambar adalah ilustrasi.Bu, Adi minta digambarin gajah ya?!” Pinta Adi pada gurunya.



“Aduh.. Ibu nggak bisa nggambar nak..!” atau “Ibu gambarnya jelek, nggambar sama bapak saja ya ?!” atau “Ibu guru kan bukan seniman, jadi nggak bisa nggambar” dan alasan lain berderet yang intinya tidak bersedia untuk menggambar. Alasan tidak ‘PD’ merupakan alasan klise yang sering di ungkapkan para guru TK/SD untuk mengomentari jika dihadapkan masalah untuk menggambar.

Anak selalu dilatih untuk kreatif, tapi masih banyak sekali guru yang sama sekali belum memulai dengan kreatifitas itu sendiri dalam mengajar. Alat peraga yang monoton sama sekali tidak mampu memberikan daya pikat pada anak. Padahal ‘hanya’ dengan berbekal dapat menggambar sederhanapun semestinya bisa mengatasi banyak masalah.

Karena gambar bukanlah lukisan, untuk bisa menggambar tidaklah harus berbekal bakat seperti seniman lukis. Karena pengertian gambar adalah goresan/torehan/symbol untuk sekedar memberikan penjelasan. Misal : denah, peta, grafik dan sejenisnya. Tentu saja untuk aplikasian pada ‘alat peraga’ pendidikan pengertian gambar adalah ilustrasi.

Manfaat gambar adalah :

1.
Memberikan daya tarik,
2.
Merangsang kreatifitas,
3.
Alat ungkapan ide, perasaan, emosi dan kepekaan artistik,
4.
Memudahkan pemahaman,
5.
Memudahkan komunikasi non verbal,
6.
Bagian mnemonic (Membantu memudahkan untuk mengingat)

Dengan memanfaatkan yang ada, semestinya kesadaran akan berkemampuan menggambar khususnya pada guru dimiliki. Dengan berbekal sedikit latihan menggores dengan berbagai media (papan tulis, white board, kertas dan media lainnya) guru dapat mengaplikasikannya pada:

• Pembuatan LK (lembar kerja),
• Alat peraga,
• Display kertas,
• Madding
• Hiasan dan element estetis lainnya.

Memulai berlatih menggambar dengan sederhana :

1.
Ikuti jangkauan tangan; buat garis vertical, horizontal, melingkar, spiral, bergerigi, bergelombang, dst. Sekedar pemanasan untuk pengenalan karekter dan luas media dan lemaskan tangan.

2.
Menggabungkan antar goresan sehingga berbentuk bidang, missal; dari dua garis horizontal dan dua garis fertikal dapat dibentuk kotak, dst.

3.
Bentuk bidang dapat difariasikan atau dikembangkan menjadi bentuk lain, missal; bentuk kotak diubah menjadi gambar sangkat burung.

4.
Sambil menggoreskan (menggambar) sertakan suara (menyebutkan) bentuk gamabr yang kita maksud. Misal; gambar kotak yang dikembangkan (menambah deruji-deruji) menjadi sangka, maka kita menyebutkan “SANGKAR”.

5.
Tidak perlu menggambar terlalu detail, cukup sederhana tapi tampak ‘lucu’ (menarik). Yang paling penting adalah menampilkan spesifikasi dalam setiap bentuk. Misal; Bentuk kotak yang belum diisi deruji dan contelan diatasnya belum bisa disebut sangkar, karena spesifikasi sangkar pada deruji dan cantelannya.

*JogjaBelajar.Org


Read the rest of this entry -→

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Pendidikan Anak-anakSocialTwist Tell-a-Friend