Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

====================================



Gasa

Showing posts with label Kelas Kata Verba. Show all posts
Showing posts with label Kelas Kata Verba. Show all posts

Wednesday, 25 November 2009

Pendidikan Anak-anak

Pentingnya Dunia Gambar untuk Anak-Anak
“Bu, Adi minta digambarin gajah ya?!” Pinta Adi pada gurunya.
“Aduh.. Ibu nggak bisa nggambar nak..!” atau “Ibu gambarnya jelek, nggambar sama bapak saja ya ?!” atau “Ibu guru kan bukan seniman, jadi nggak bisa nggambar” dan alasan lain berderet yang intinya tidak bersedia untuk menggambar. Alasan tidak ‘PD’ merupakan alasan klise yang sering di ungkapkan para guru TK/SD untuk mengomentari jika dihadapkan masalah untuk menggambar.

Anak selalu dilatih untuk kreatif, tapi masih banyak sekali guru yang sama sekali belum memulai dengan kreatifitas itu sendiri dalam mengajar. Alat peraga yang monoton sama sekali tidak mampu memberikan daya pikat pada anak. Padahal ‘hanya’ dengan berbekal dapat menggambar sederhanapun semestinya bisa mengatasi banyak masalah.

Karena gambar bukanlah lukisan, untuk bisa menggambar tidaklah harus berbekal bakat seperti seniman lukis. Karena pengertian gambar adalah goresan/torehan/symbol untuk sekedar memberikan penjelasan. Misal : denah, peta, grafik dan sejenisnya. Tentu saja untuk aplikasian pada ‘alat peraga’ pendidikan pengertian gambar adalah ilustrasi.Bu, Adi minta digambarin gajah ya?!” Pinta Adi pada gurunya.



“Aduh.. Ibu nggak bisa nggambar nak..!” atau “Ibu gambarnya jelek, nggambar sama bapak saja ya ?!” atau “Ibu guru kan bukan seniman, jadi nggak bisa nggambar” dan alasan lain berderet yang intinya tidak bersedia untuk menggambar. Alasan tidak ‘PD’ merupakan alasan klise yang sering di ungkapkan para guru TK/SD untuk mengomentari jika dihadapkan masalah untuk menggambar.

Anak selalu dilatih untuk kreatif, tapi masih banyak sekali guru yang sama sekali belum memulai dengan kreatifitas itu sendiri dalam mengajar. Alat peraga yang monoton sama sekali tidak mampu memberikan daya pikat pada anak. Padahal ‘hanya’ dengan berbekal dapat menggambar sederhanapun semestinya bisa mengatasi banyak masalah.

Karena gambar bukanlah lukisan, untuk bisa menggambar tidaklah harus berbekal bakat seperti seniman lukis. Karena pengertian gambar adalah goresan/torehan/symbol untuk sekedar memberikan penjelasan. Misal : denah, peta, grafik dan sejenisnya. Tentu saja untuk aplikasian pada ‘alat peraga’ pendidikan pengertian gambar adalah ilustrasi.

Manfaat gambar adalah :

1.
Memberikan daya tarik,
2.
Merangsang kreatifitas,
3.
Alat ungkapan ide, perasaan, emosi dan kepekaan artistik,
4.
Memudahkan pemahaman,
5.
Memudahkan komunikasi non verbal,
6.
Bagian mnemonic (Membantu memudahkan untuk mengingat)

Dengan memanfaatkan yang ada, semestinya kesadaran akan berkemampuan menggambar khususnya pada guru dimiliki. Dengan berbekal sedikit latihan menggores dengan berbagai media (papan tulis, white board, kertas dan media lainnya) guru dapat mengaplikasikannya pada:

• Pembuatan LK (lembar kerja),
• Alat peraga,
• Display kertas,
• Madding
• Hiasan dan element estetis lainnya.

Memulai berlatih menggambar dengan sederhana :

1.
Ikuti jangkauan tangan; buat garis vertical, horizontal, melingkar, spiral, bergerigi, bergelombang, dst. Sekedar pemanasan untuk pengenalan karekter dan luas media dan lemaskan tangan.

2.
Menggabungkan antar goresan sehingga berbentuk bidang, missal; dari dua garis horizontal dan dua garis fertikal dapat dibentuk kotak, dst.

3.
Bentuk bidang dapat difariasikan atau dikembangkan menjadi bentuk lain, missal; bentuk kotak diubah menjadi gambar sangkat burung.

4.
Sambil menggoreskan (menggambar) sertakan suara (menyebutkan) bentuk gamabr yang kita maksud. Misal; gambar kotak yang dikembangkan (menambah deruji-deruji) menjadi sangka, maka kita menyebutkan “SANGKAR”.

5.
Tidak perlu menggambar terlalu detail, cukup sederhana tapi tampak ‘lucu’ (menarik). Yang paling penting adalah menampilkan spesifikasi dalam setiap bentuk. Misal; Bentuk kotak yang belum diisi deruji dan contelan diatasnya belum bisa disebut sangkar, karena spesifikasi sangkar pada deruji dan cantelannya.

*JogjaBelajar.Org


Read the rest of this entry -→

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Pendidikan Anak-anakSocialTwist Tell-a-Friend

Tuesday, 12 May 2009

Kelas Kata Verba

Kelas Verba

Untuk menentukan suatu kata termasuk verba, digunakan valensi sintaktis karena perangkat kategori pembangun kerangka sisteni morfologi verba itu ditandai oleh valensi sintaktis yang sama, yaitu mempunya; potensi berkomhinasi dengan kata: tidak, sudah, sedang, akan, baru, telah, belum, mau, hendak,

Kelas verba yang ditemukan pada data terdiri dari (1) verba murni, yakni verba yang tidak berasal dari kelas kata lain, (2) verba denominal, yakni verba yang terbentuk dari nomina, (3) verba deadjektival, yakni verba yang terbentuk dan adjektiva, (4) verba denuineral, yakni verba yang terbentuk dari numeralia, dan (5) verba depronominal, yakni verba yang terbentuk dari pronomina.

a. Verba Murni

Verba murni terdiri dari verba dasar (monomorfemis) dan verba tur. (polimorfemis). Verba turunan yang terbentuk dan kata-kata verba disebut verba diverbal.

Ø Verba Dasar

Verba murni, berbentuk dasar yang ditemukan pada data ada yaitu: ada, bangkit, pergi, puasa, pulang, balik, makan, mampir, datang, ucap, ubah, turun, tinggal, terima, singgah ,aman ,

Ø Verba Deverbal

Verba deverbal yang ditemukan pada data, terdiri dari beberapa kategori morfologis, yaitu:

1) Kategori di-D

Kategori ini menyatakan makna ‘tindakan disengaja berfokus sasaran”. Contoh: diangkat, à verba 1

2) Kategori ter-D”

Kategori ini menyatakan makna “dapat di’.

Contoh: tersenyum à verb 1

3) Kategori meng-D

Kategori ini menyatakan makna ‘tindakan yang disengaja berfokus pelaku’.

Contoh: menyeret, menempel, menukar, mengangguk,memakai, menuju, meniru, mengangkat, memakai à verba 1

4) Kategori meng-(D-i)

Kategori ini menyatakan makna ‘lokatif.

Contoh: menyikapi, mempunyai à verba 2

5) Kategori meng-(D-kan)

Kategori ini menyatakan makna ‘benefaktif/direktif

Contoh: meneruskan, menyilakan, menyebabkan à verba 1

6) Kategori ber-D-an

Kategori ini menyatakan makna ‘malakukan perbuatan berlangsung lama, bisa sendiri atau dengan orang lain’.

Contoh: berpandangan à verba 2

7) Kategori ber-D

Kategoii ini menyatakan makna ‘tindakan bcrlangsung lama’.

Contoh: berakhir, berada, berteduh à verba 2,

8) Kategori meng-D

Kategori ini menyatakan makna ‘proses/keadaan’.

Contoh: melompatà verba 2

b. Verba Transposisi

Verba Denominal

Verba denominal yang ditemukan pada data meliputi enam kategori morfologis, yaitu.

1) Kategori meng-D

Kategori ini diderivasikan dari nomina kategori D melalui derivasi zero sehingga terbentuk verba kategori D yang menyatakan makna ‘tindakan yang disengaja berfokus pelaku’.

Contoh: menutup, meningkat à verba I

2) Kategori meng-(D-i)

Kategori ini berasal dari nomina kategon D kemudian dMenvasikan verba kategori D-i yang maknanya ‘lokatif. Contoh. menangani à verba 2

3) Kategori di-(D-i)

Kategori ini berasal dari nomina kategori D kemudiun diderivasikan menjadi verba kategori D-i yang mempunyai makna ‘kausatif.

Contoh: ditandatangani à verba 2

4) Kategori meng-(D-kan)

Kategori ini berasal dari nomina kategori D kemudian diderivasikan menjadi verba kategori D-kan yang menyatakan makna ‘kausatif.

Contoh: rnerupakan à verba 2

5). Kategori di-(D-kan)

Kategori berasal dari nomina kategori D kemudian diderivasikan menjadi verba kategori D-kan yang menyatakan makna ‘kausatif.

Contoh: disebutkan, dimanfaatkan, disimpulkan, dilaksanakan, dilakukan à verba 2

6) Kategori ber-D

Kategori ini diderivasikan dari nomina kategori D dan menyatakan makna ‘tindakan berlangsung lama’.

Contoh: bertekad àverba 2

Ø Verba Deadjektival

Verba deadjektival yang ditemukan pada data, meliputi dim macam kategori morfologis, yaitu:

1) Kategori meng-(D-i)

Kategori ini berasal dari adjektiva kategori D kemudian diderivasikan menjadi verba kategori D-i yang menyatakan makna ‘kausatif.

Contoh: menjiwai, menghargai, menanggapi à verba 2

2) Kategori meng-(D-kan)

Kategori ini berasal dari adjektiva kategori D kemuadian diderivasikan menjadi verba kategori D-kan, yang menyatakan makna ‘kausatif.

Contoh: melaksanakan menyenangkan, melanjutkan à verba 2

Ø Verba Demimeral

Dari data hanya ditemukan salu kalegori morfologis verba denumeral, yaitu kategori meng-D, yang diderivasikan dari numeralia bentuk dasar yang menyatakan makna ‘proses/keadaan’.

Contoh: menyeluruh -» verba 2

Ø Verba Depronominal

Dari data hanya ditemukan satu kategori morfologis verba depronominal, yaitu kategori meng-(D-i), yang berasal dari pronomina bentuk dasar kemudian diderivasikan menjadi verba kategori D-i yang menyatakan makna ‘repetitif. Contoh: mengakui —>• verba 1


Read the rest of this entry -→

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Kelas Kata VerbaSocialTwist Tell-a-Friend