Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

====================================



Gasa

Showing posts with label Adjektive. Show all posts
Showing posts with label Adjektive. Show all posts

Friday, 18 December 2009

Trik Sederhana Mencari Ilmu di Internet

Trik Sederhana Mencari Ilmu di Internet
Bagi yang sering surfing di Internet akan terasa sekali bahwa tidak mudah untuk mencari ilmu di Internet. Seringkali pada saat kita surfing justru tenggelam dalam lautan informasi; terlalu enak membaca-baca tanpa tujuan yang jelas; melihat-lihat berbagai etalase informasi di berbagai situs tanpa tujuan yang jelas hanya untuk memuaskan mata & pikiran; memang pada akhirnya kita akan memperoleh banyak informasi tapi belum tentu memperoleh sesuatu yang betul-betul bermanfaat atau biasanya maksimum kita akan memperoleh berita-berita / informasi terakhir sebagai pengganti koran.

Bagi anda yang mempunyai waktu yang sempit saya yakin tidak mungkin menggunakan pola-pola di atas untuk melakukan surfing di Internet. Kita perlu menggunakan metoda / pola yang baik supaya bisa memperoleh informasi yang sangat spesifik dengan baik dalam waktu yang singkat.

Satu hal yang perlu di pegang erat-erat pada saat kita surfing adalah menentukan dengan sangat jelas niat / tujuan utama pada saat surfing tersebut - apa yang akan kita cari? Pada kesempatan ini saya akan memberikan sedikit tip & trik jika kebetulan niat anda adalah mencari ilmu di Internet.

Untuk menghemat waktu & pulsa biasanya saya surfing pada pukul 4-6 pagi (subuh); pada saat itu tidak banyak orang yang menggunakan Internet sehingga pengambilan informasi dari Internet dapat dilakukan dengan cepat & effisien. Teknik-teknik untuk melakukan sinkronisasi menggunakan browser yang kita gunakan (seperti Internet Explorer) ada baiknya di kuasai supaya tidak menghabiskan waktu / pulsa untuk membaca informasi tersebut akan tetapi cukup mendownload semua informasi tersebut ke PC yang kita gunakan & membaca-nya kemudian secara off-line pada saat telepon kita putuskan.

Teknik sinkronisasi pernah saya tuliskan dalam artikel sebelumnya; dan sangat penting untuk menghemat waktu dalam mendownload berbagai informasi setelah situs-nya di temukan.

Untuk mencapai situs / informasi yang tepat trik yang harus digunakan sebetulnya tidak terlalu rumit. Cara yang paling effektif / sederhana adalah:

" Menggunakan search engine di Internet.

" Menggunakan keyword yang benar.

Jika kedua hal tersebut anda lakukan dengan baik & benar maka akan diperoleh ilmu & pengetahuan yang baik.

Ada banyak sekali search engine di Internet. Search engine hanyalah memuat daftar alamat situs (berbentuk Universal Resource Locator - URL) & subjek yang di bawa situs tersebut saja. Search engine umumnya tidak membawa informasi itu sendiri. Beberapa search engine favourite saya adalah:

http://www.yahoo.com

http://www.infoseek.com

dan untuk mencari hal-hal yang berkaitan untuk pendidikan anak-anak saya biasanya menggunakan:

http://www.yahooligans.com


Tampak pada gambar adalah tampilan yahooligans.com. Saya sangat menyarankan bagi anda yang mempunyai putra-putri untuk menggunakan situs ini untuk mencari hal-hal yang bermanfaat untuk menunjang pendidikan anak.

Yahoo.com & infoseek.com mempunyai karakteristik yang berbeda; biasanya jika kita mencari hal-hal yang cukup solid atau mencari dalam kerangka institusi, negara dll saya biasanya menggunakan yahoo.com. Untuk hal-hal yang betul-betul baru atau belum terstruktur dengan baik maka saya menggunakan infoseek.com.

Selanjutnya adalah penggunakan keyword yang tepat. Keyword tersebut di ketikan ke dalam kolom yang kosong di search engine. Tampak pada contoh situs yahooligans.com kolom untuk memasukan keyword terletak di sebelah tombol "search".

Keyword favourite saya adalah:

FAQ

Whitepaper

FAQ adalah Frequently Asked Questions (FAQ). Sesuai namanya FAQ akan memuat berbagai jawaban dari pertanyaan yang sering ditanyakan dalam sebuah bidang. Saya biasanya menggunakan FAQ sebagai awal dalam mencari berbagai informasi / pengetahuan yang saya butuhkan.

Whitepaper adalah istilah bagi berbagai ilmu / informasi yang memang di sebarkan secara gratis / cuma-cuma di Internet. Kita cukup menambahkan beberapa keyword tambahan yang menjelaskan tentang ilmu / informasi yang spesifik yang kita cari, contoh:

Faq gardening

Whitepaper telecommunication

Faq distance learning

Dengan menggunakan rangkaian keyword tersebut hampir di jamin anda akan memperoleh informasi / pengetahuan yang anda cari. Tentunya karena kita menggunakan internet maka informasi / pengetahuan yang terbanyak umumnya mengunakan bahasa inggris - konsekuensi-nya keyword yang digunakan sebaiknya dalam bahasa inggris agar kemungkinan memperoleh ilmu yang di cari dapat maksimal.

Selamat mencoba.
___________
Dr. Onno W Purbo -- Praktisi Teknologi Informasi.

Read the rest of this entry -→

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Trik Sederhana Mencari Ilmu di InternetSocialTwist Tell-a-Friend

Tantangan Lulusan Sarjana di Era Informasi

Tantangan Lulusan Sarjana di Era Informasi
Ketika para sarjana memadati berbagai arena bursa kerja untuk menawarkan ilmu dan ijazah mereka, iklan-iklan penerimaan mahasiswa baru juga nyaris memenuhi halaman-halaman surat kabar. Dua fenomena tersebut ironis. Promosi Perguruan Tinggi untuk menjaring calon mahasiswa sama "gencarnya" dengan peningkatan pengangguran lulusan. Di sisi lain, perlu diajukan pertanyaan, kualifikasi apakah sebenarnya yang disyaratkan oleh para pencari tenaga kerja lulusan sarjana Perguruan Tinggi ini ?

Jawaban yang diperoleh para peneliti umumnya adalah campuran kualitas personal dan prestasi akademik. Tetapi pencari tenaga kerja tidak pernah mengonkretkan, misalnya, seberapa besar spesialisasi mereka mengharapkan suatu program studi di Perguruan Tinggi.

Kualifikasi seperti memiliki kemampuan numerik, problem-solving dan komunikatif sering merupakan prediksi para pengelola Perguruan Tinggi daripada pernyataan eksplisit para pencari tenaga kerja. Hasil survei menunjukkan perubahan keinginan para pencari tenaga kerja tersebut adalah dalam hal kualifikasi lulusan Perguruan Tinggi yang mereka syaratkan.

Tidak setiap persyaratan kualifikasi yang dimuat di iklan lowongan kerja sama penting nilainya bagi para pencari tenaga kerja. Dalam prakteknya, kualifikasi yang dinyatakan sebagai "paling dicari" oleh para pencari tenaga kerja juga tidak selalu menjadi kualifikasi yang "paling menentukan" diterima atau tidaknya seorang lulusan sarjana dalam suatu pekerjaan.

Yang menarik, tiga kualifikasi kategori kompetensi personal, yaitu kejujuran, tanggung jawab, dan inisiatif, menjadi kualifikasi yang paling penting, paling dicari, dan paling menentukan dalam proses rekrutmen. Kompetensi interpersonal, seperti mampu bekerja sama dan fleksibel, dipandang paling dicari dan paling menentukan. Namun, meskipun sering dicantumkan di dalam iklan lowongan kerja, indeks prestasi kumulatif (IPK) sebagai salah satu indikator keunggulan akademik tidak termasuk yang paling penting, paling dicari, ataupun paling menentukan.

Di sisi lain, reputasi institusi Pendidikan Tinggi yang antara lain diukur dengan status akreditasi program studi sama sekali tidak termasuk dalam daftar kualifikasi yang paling penting, paling dicari, ataupun paling menentukan proses rekrutmen lulusan sarjana oleh para pencari tenaga kerja.

Ada kecenderungan para pencari tenaga kerja "mengabaikan" bidang studi lulusan sarjana Dalam sebuah wawancara, seorang kepala HRD sebuah bank di Cirebon menegaskan, kesesuaian kualitas personal dengan sifat-sifat suatu bidang pekerjaan lebih menentukan diterima atau tidaknya seorang lulusan Perguruan Tinggi. Misalnya, posisi sebagai kasir bank menuntut kecepatan, kecekatan, dan ketepatan.

Maka, lulusan sarnaja dengan kualitas ini punya peluang besar untuk diterima meskipun latar belakang bidang pendidikannya tidak sesuai. Kepala HRD itu mengatakan, "Saya pernah menerima Sarjana Pertanian dari Bogor sebagai kasir di bank kami dan menolak Sarjana Ekonomi manajemen dari Bandung yang IPK-nya sangat bagus."

Kualifikasi-kualifikasi yang disyaratkan dunia kerja tersebut penting diperhatikan oleh pengelola Perguruan Tinggi untuk mengatasi tidak nyambung-nya antara Perguruan Tinggi dengan dunia kerja dan pengangguran lulusan. Jika pembenahan sistem seleksi mahasiswa baru dimaksudkan untuk menyaring mahasiswa sesuai kompetensi dasarnya, perhatian pada kualifikasi yang dituntut pasar kerja dimaksudkan sebagai patokan proses pengolahan kompetensi dasar tersebut. Untuk itu semua, kerja sama Perguruan Tinggi dan dunia kerja adalah perlu.
___________
Tata Sutabri S.Kom, MM -- Deputy Chairman of STMIK INTI INDONESIA, Pemerhati Dunia Pendidikan TI, Jl. Arjuna Utara No.35 – Duri Kepa Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11510
*http://artikel.total.or.id/

Read the rest of this entry -→

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Tantangan Lulusan Sarjana di Era InformasiSocialTwist Tell-a-Friend

Pendidikan Cenderung Dibisniskan

Pendidikan Cenderung Dibisniskan
Munculnya berbagai cara yang mengarah pada pelanggaran etika akademik yang dilakukan perguruan tinggi kita untuk memenangkan persaingan, menunjukkan bahwa pendidikan kini cenderung dipakai sebagai ajang bisnis. Pola promosi yang memberikan kemudahan dan iming-iming hadiah merupakan suatu gambaran bahwa perguruan tinggi tersebut tidak ada inovasi dalam hal kualitas pendidikan.

Kecenderungan tersebut akan menghancurkan dunia pendidikan, karena akhirnya masyarakat bukan kuliah untuk meningkatkan kualitas diri, melainkan hanya mengejar gelar untuk prestise. Kondisi pendidikan tinggi saat ini cukup memprihatinkan. Ada PTS yang mengabaikan proses pendidikan. Bahkan ada PTS yang hanya menjadi mesin pencetak uang, bukan menghasilkan lulusan yang berkualitas. Hal Ini yang membuat persaingan menjadi semakin tidak sehat.

Produk lulusan perguruan tinggi yang proses pendidikannya asal-asalan dan bahkan akal-akalan, juga cenderung menghalalkan segala cara untuk merekrut calon mahasiswa sebanyak-banyaknya, dengan promosi yang terkadang menjebak dengan iming-iming hadiah yang menggiurkan. Apakah ini gambaran pendidikan berkualitas ?.

Bahkan ada beberapa PTS di Jakarta yang memainkan range nilai untuk meluluskan mahasiswanya, karena mereka takut, ketika selesai ujian akhir (UTS/UAS) banyak mahasiswanya yang tidak lulus alias IP/IPK nasakom. Sehingga mereka lulus dengan angka pas-pasan yang sebenarnya mahasiswa tersebut tidak lulus. Dalam hal ini semua pihak harus melakukan introspeksi untuk bisa memberi pelayanan pendidikan yang berkualitas.

Kopertis, harus bersikap tegas menindak Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang melanggar dan mensosialisasikan aturan yang tak boleh dilanggar oleh PTS. Pengelola perguruan tinggi juga harus menghentikan semua langkah yang melanggar aturan. Kunci pengawasan itu ada secara bertahap di tangan Ketua Program Studi, Direktur, Dekan, Rektor dan Ketua Yayasan.
http://artikel.total.or.id/

Read the rest of this entry -→

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Pendidikan Cenderung DibisniskanSocialTwist Tell-a-Friend

Wednesday, 11 November 2009

Kisah Patih Gajah Mada

Patih Gajah Mada

Kisah Gajah Mada kali ini merupakan rangkaian kejadian semenjak Majapahit dipimpin oleh dua ratu, Dyah Wiyat dan Sri Gitarja yang diangkat memimpin Majapahit karena Jayanegara tidak meninggalkan keturunan lelaki yang bisa diangkat menjadi putra mahkota.

“Ada sebuah hal penting yang harus kau kerjakan. Bantulah aku untuk mencuri dua buah benda pusaka penting di istana Majapahit, masing-masing Cihna Nagara Gringsing Lobheng Lewih Laka dan Songsong Udan Riwis.”

Adalah pesan tersebut yang diterima Branjang Ratus, putra Ki Buyut Padmaguna, saat menghadap bibinya, Sri Yenda, atas permintaan Ki Buyut. Kedua benda tersebut adalah pusaka negara Majapahit yang digunakan dalam menobatkan raja-raja pendahulu Majapahit, Raden Wijaya dan kemudian Jayanegara, serta kedua Ratu tersebut.
Majapahit kemudian dilanda bencana alam. Gunung Kampud meletus disertai gempa dalam keadaan musim panas yang kering kerontang. Di saat itulah istana Majapahit geger karena dimasuki maling. Kedua pusaka tersebut hilang dicuri, mempermalukan Gajah Enggon sebagai Senopati Bhayangkara, pimpinan pasukan khusus, serta Gajah Mada sebagai Patih yang harus bertanggung jawab kepada Mahapatih Arya Tadah dan kedua Ratu Majapahit.

Gajah Enggon meletakkan jabatan dan atas petunjuk Ibu Suri Gayatri Gajah Enggon mencari jejak pencuri kedua pusaka tersebut ke Hujung Galuh membuntuti jejak hujan, sekaligus sebuah pesan pribadi bahwa hidup Gajah Enggon akan bermula di sana. Sebuah petunjuk yang aneh bagi prajurit Bhayangkara tersebut. Dengan bantuan Pradhabasu, mantan Bhayangkara yang telah kembali menjadi penduduk biasa di buku sebelumnya berangkatlah mereka ke pelabuhan yang sekarang menjadi kota Surabaya.

Di saat yang sama Majapahit dilanda kericuhan, lima orang berkuda membakar-bakar rumah penduduk. Aksi tersebut sulit diatasi oleh para prajurit dan Bhayangkara, namun Gajah Mada merasa itu adalah sebuah taktik dari perusuh agar pasukan menyebar keluar istana. Gajah Mada masih memikirkan kembalinya pencuri tersebut ke istana atas petunjuk Ibu Suri Gayatri. Kelima orang perusuh tersebut sempat dijumpai Gajah Enggon dan Pradhabasu, namun tugas dan kepentingannya memburu pencuri pusaka negara ke Hujung Galuh tak membuat mereka kembali ke Majapahit meskipun dengan rasa penasaran yang tinggi bahwa merekalah pencuri tersebut.

Prajurit istana dan Bhayangkara menjaga rapat istana, namun seperti pada pencurian sebelumnya berhasil lolos memasuki gudang pusaka karena ilmu sirep yang membuat kantuk seisi istana. Penjagaan yang ketat dan pagar betis yang rapat setelah maling tersebut masuk ke dalam gudang pusaka juga masih membuat pencuri tersebut lolos dengan bantuan kabut yang sangat tebal di malam hari. Kabut hilang bersamaan dengan hilangnya mahkota raja beserta Ibu Suri Gayatri.


Namun kemudian biksuni Gayatri kembali lagi, membuat segudang pertanyaan bagi Gajah Mada. Atas pertemuan singkat di keputren Gajah Mada menyimpulkan usaha makar dan kudeta dari seseorang yang mencuri benda-benda pusaka tersebut, di mana benda-benda pusaka tersebut biasa digunakan dalam menobatkan seorang raja yang naik tahta.

Keta dan Sadeng adalah dua wilayah yang dicurigai Gajah Mada. Kedua wilayah ini sudah dua kali tidak hadir dalam pasewakan (pertemuan tahunan) di alun-alun Bubat. Pasewakan adalah pertemuan tahunan para raja di bawah bendera Majapahit. Pasewakan kali ini diadakan dengan menggelar latihan perang bersama dari seluruh kesatuan, termasuk simulasi gelar perang taktik baru, yaitu Bayu Bajra. Salah satu utusan yang hadir adalah rombongan kerajaan Swarnabhumi (Palembang/Sumatra) yang berlabuh di Hujung Galuh, membawa puluhan kapal besar yang baru pertama kali dilihat Majapahit, dan Aditiawarman –yang masih kerabat keluarga Majapahit– membawa benda aneh bagi Gajah Mada, sebuah peledak atau mercon.

Gajah Enggon dan Pradhabasu di Hujung Galuh akhirnya memisahkan diri. Gajah Enggon tetap membuntuti jejak pencuri pusaka ke utara dan Pradhabasu bergerak ke selatan ke arah Keta dan Sadeng untuk membantu telik sandi yang sedang beroperasi mencari bukti Keta dan Sadeng yang dikabarkan akan memberontak. Operasi para telik sandi ini pun akhirnya dikabarkan ke Gajah Mada yang saat itu menjaga istana sekaligus mengadakan pasewakan.

Aditiawarman kemudian pamit dari pasewakan, lebih cepat dari jadwal yang telah diutarakannya kepada kedua Ratu Majapahit untuk kembali ke Hujung Galuh dan berlayar kembali. Di saat yang sama para telik sandi Keta dan Sadeng mengabarkan semua perkembangan gerak-gerik Gajah Mada dan kondisi pasewakan, termasuk berita prajurit istana yang diberangkatkan ke Keta dan Sadeng setelah pada pasewakan tersebut Gajah Mada membuktikan rencana berontak dengan bukti akurat yang dikirim oleh Pradhabasu dan telik sandi yang sedang beroperasi di sana.

Berhasilkah Gajah Enggon mengejar pencuri kedua pusaka Majapahit tersebut?
Siapa pula pencuri lain yang mencuri mahkota raja?
Bagaimana taktik Gajah Mada meredam upaya makar di Keta dan Sadeng?
Terjadikah perang di Keta dan Sadeng?
Siapa Branjang Ratus, Ki Buyut dan Sri Yenda yang diceritakan di awal buku?
Bagaimana Arya Tadah meletakkan jabatannya dan menobatkan Gajah Mada menjadi Mahapatih?
–
Selain rentetan peristiwa di atas, Langit Kresna Hariadi memberi sisipan cerita flash back tentang pemberontakan di Singasari, tentang keris Empu Gandring, tentang Kertanegara mengusir utusan Tartar (Kubilai Khan), Jayakatwang melakukan kudeta kepada Kertanegara hingga Sanggramawijaya (Raden Wijaya) naik tahta dan membuat negeri baru Majapahit.
Sebuah fiksi sejarah yang menarik!








Read the rest of this entry -→

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Kisah Patih Gajah MadaSocialTwist Tell-a-Friend

Tuesday, 12 May 2009

Kelas Kata, Adjektive, Adverbia, Pronomina dan Tugas

Kelas Adjektiva

Untuk menentukan suatu kata termasuk adjektiva, digunakan valensi sintaktis karena perangkat kategori morfologis pembangun kerangka sistem morfologi adjektiva itu ditandai oleh valensi sintaktis yang sama yaitu mempunyai potensi berkombinasi dengan kata: sangat, agak, paling, amat, sekali,

Kelas adjektiva yang ditemukan pada data hanya satu kategori morfologis, yaitu berupa adjektiva bentuk dasar yang terdiri dari:

Contoh: apes, aman, akrab, takut, basah, banyak, baik, bodoh, cukup, kerdil, salam, suka, sudah, tersinggung, berwibawa, terlalu, spona, serius, sering, cantik, tenang,

Kelas Numeralia

Untuk menentukan suatu kata lermasuk numeralia, digunakan valensi sintaktis karena perangkat kategori morfologis pembangun kerangka sistem morfologis numeralia itu ditandai oleh valensi: sintaktis yang sama yaitu dapat bergabung dengan nomina.

Kelas numeralia yang ditemukan pada data hanya ada satu macam yaitu nrmeralia murni. Adapun yang dimaksud numeralia murni adalah numeralia yang tidak berasal dari kelas kata lain. Numeralia murni ini terdiri dari numeralia dasar

monomorfemis) dan numeralia tunman (polimortemis). Numeralia turunan yang terbentuk dari kata-kata numeralia disebut niimeralia denumeral.

a. Numeralia Dasar

Numeralia murni berbentuk dasar yang ditemukan pada data ada dua macam, yaitu:

Contoh: sebuah, sederet, dua, tujuh, sembilan, setiap, seorang,

b. Numeralia Denumeral

Numeralia denumeral tidak ditemuka pada data kartu kata,

Kelas Adverbia

Untuk menentukan suatu kata termasuk adverbia, digunakan valensi sintaktis karena perangkat kategori morfologis pembangun kerangka sistem morfologi adverbia itu ditandai oleh valensi sintaktis yang sama yaitu dapat bergabung dengan verba.

Kelas adverbia yang ditemukan pada data hanya ada satu kategori morfologis, yaitu berupa adverbia bentuk dasar yang terdiri dari:

Contoh: tak, telah, akan, baru, sudah, sedang, saja, juga,

Kelas Pronomina

Pronomina yang ditemukan pada data meliputi tiga macam, yaitu:

a. Pronomina persona:

Contoh aku, suya,, anda, mereka.

b. Pronomina penunjuk:

Contoh: itu, adalah

c. Pronomina penanya:

Contoh: bila, kapan.

Kata Tugas

Dari data yang ada ditemukan kata tugas yang meliputi:

1. Preposisi:

Contoh: pada, kepada, di, terhadap, olch karena.

1. Konjungsi:

Contoh: lalu, serta, yang, bahkan, sebelum, kulau, karena, tetapi, muku, ketika. kemudian, scakan-akan.




Read the rest of this entry -→

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Kelas Kata, Adjektive, Adverbia, Pronomina dan TugasSocialTwist Tell-a-Friend